Kamis, 30 Oktober 2014

Tips Membedakan Tas Branded Asli dan Palsu

Menenteng tas bermerk bisa mendongkrak gengsi. Tidak main-main, tas bermerk bisa menjadi lambang status ekonomi. Bahkan tas bisa menentukan apakah seseorang bisa diterima dalam komunitas tertentu.

Tak heran bila kini orang berlomba-lomba menggunakan tas dengan merk terkenal. Tentu saja tas semacam ini harganya tidak murah. Bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sudah pasti hanya kalangan tertentu saja yang bisa menggunakan tas model ini.

Tapi seiring dengan hukum ekonomi dimana permintaan tinggi pasti membuat produsen jeli. Maka kini tersedialah tas bermerk tiruan. Harga tas tiruan ini bisa bisa sangat jauh lebih murah daripada tas aslinya. Peminat tas palsu ini pun tidak bisa dibilang sedikit.

Karena itu calon pembeli sebaiknya berhati-hati saat membeli tas branded. Lebih baik mengetahui cara membedakan tas branded asli dan palsu sebelum membeli. Cara umum yang biasa digunakan untuk mengetahui keaslian suatu tas adalah dengan meraba dan merasakan bahan tas itu. Tas yang terbuat dari kulit asli dengan kualitas tinggi akan terasa halus dan empuk bila diraba. Sedangkan tas berbahan kain juga menunjukkan kehalusan bahan.


Cara membedakan tas branded asli dan palsu yang berikutnya yaitu dengan memperhatikan potongan tas juga bisa membantu menilai keaslian tas. Potongan tas asli akan terlihat halus. Lapisan bagian dalam tas asli biasanya juga halus dan di-print nama merk tas tersebut. Bagian resleting tas termasuk sulit untuk dipalsu. Resleting termasuk bagian tas yang sulit untuk dipalsu. Resleting tas asli biasanya terbuat dari logam yang mantap. Jahitan yang halus juga menjadi ciri khas dari tas branded resmi. Perhatikanlah jahitan tas dengan teliti, hingga ke bagian dalam. Untuk tas branded yang asli biasanya dijahit dua kali atau menggunakan benang rangkap dua dengan hasil jahitan yang halus sehingga tas akan lebih kuat. Sedangkan untuk jahitan pada tas tiruan lebih kasar dan terlihat kurang rapi.

Beberapa produsen tas asli juga melengkapi produk premiumnya dengan kartu sertifikat yang menjamin keaslian tas tersebut. Dari segi harga untuk tas branded yang asli pastilah mahal sesuai dengan kualitas material yang digunakan. Pada umumnya tas branded yang dijual di outlet resmi sangat jarang ditemukan adanya promo diskon besar-besaran.

Bila belum menguasai cara membedakan tas branded asli atau palsu disarankan untuk membeli di toko-toko atau butik resmi dari tas tersebut. Dengan begitu calon pembeli akan terhindar dari kesalahan membeli tas palsu dengan harga asli.

Tips Merawat Tas Hermes

Bisa memiliki tas tangan karya desainer ternama, apalagi setingkat Hermes Birkin Bag yang terkenal dengan kemewahannya, tentulah membanggakan. Tentu saja Anda tidak memilikinya untuk disimpan di lemari saja sambil sesekali disentuh untuk mengagumi keindahannya. Namun memakainya di berbagai kesempatan juga menimbulkan rasa waswas akan berkurangnya kualitas tas karena tergores atau karena kotor. Untuk itu, rawatlah tas Hermes Birikin Anda dengan cara-cara ini.

  • Dust cover
    Saat tidak digunakan, masukkan tas dalam dust cover yang disertakan saat Anda membeli tas Hermes Birkin.
  • Handbag organizer
    Tidak hanya sisi luarnya saja yang ingin Anda lindungi, bagian dalamnya juga. Make-up yang tumpah, tinta bolpen yang mencoreng dan 'kecelakaan' lain bisa menodai tas mahal Anda, karena itu gunakan handbag organizer di dalam tas Anda sebagai wadah kedua untuk barang-barang Anda.
  • Cleaning product
    Jangan sembarangan membersihkan permukaan tas keluaran label desainer ternama. Tas-tas ini menggunakan bahan berkualitas baik yang butuh bahan pembersih khusus untuk merawatnya. Bersihkan tas Hermes dengan bahan pembersih yang diminta, jangan coba-coba menggantinya dengan produk lain.
  • Tempat penyimpanan
    Jika Anda biasa menaruh tas seenaknya, kebiasaan ini harus diubah jika Anda menenteng tas mahal. Ceroboh meletakkan tas di tempat yang rawan kotor atau rawan tergores akan membuat tas mahal Anda berisiko untuk rusak. Letakkan tas di tempat yang aman, seperti di atas meja, di pangkuan Anda dan jauhkan dari makanan atau pencemar lainnya.
  • Jaga tetap kering
    Kelembaban sangat mungkin menyebabkan jamur yang merusak tas. Oleh karena itu tas Hermes Birkin Anda harus dijaga tetap kering baik ketika dibawa maupun ketika disimpan. Lindungi tas Anda saat hujan, dan jauhkan dari minuman saat membawanya ke acara makan. Segera seka jika tas Anda terkena air, dan keringkan di suhu ruang. Jangan sekali-sekali menggunakan hair dryer untuk mengeringkan tas Anda walaupun sedang terburu-buru.

- Semoga Bermanfaat -

Penyebab Mahalnya Tas Hermes

Merek tas yang satu ini sering kali jadi simbol status. Maklum, harganya selangit.
Tetapi tahukah Anda kenapa harga sebuah Tas Hermes bisa sedemikian mahalnya?
Pembicaraan tentang selebritas A atau sosialita B menenteng tas Hermès yang seolah menjadi simbol status tak jarang kita dengar. Salah satu tas Hermès yang paling populer adalah Birkin Bag. Tas Birkin tercipta dari hasil curhatan aktris Jane Birkin kepada bos Hermès, Jean-Louis Dumas pada tahun 1981.
Jane yang satu pesawat dengan Dumas dibuat repot dengan tasnya. Ketika itu Jane berusaha meletakkan tasnya di bagasi atas kursi namun isinya kemudian tumpah dan berantakan. Kepada Dumas, Jane mengeluhkan sulitnya mencari tas kulit yang berkualitas dan fungsional untuk bepergian. Dumas berusaha membuat tas tersebut dengan inspirasi dari model tas serupa tahun 1892. Pada tahun 1984, terciptalah tas dari Hermès untuk Jane Birkin yang kemudian menjadi salah satu tas ikonik. 


Sejak terciptanya, tas Birkin menjadi tas mewah yang langka. Sebagai merek, Hermès memang selalu berusaha mempertahankan citra produknya yang eksklusif dan bergengsi. Perusahaan yang lahir tahun 1837 itu berupaya agar produknya tidak pasaran dan hanya bisa dimiliki oleh orang tertentu.
Hasilnya, tas Hermès bukan hanya sekadar produk fashion tapi juga simbol status. Berbagai selebritas dunia seperti Victoria Beckham, Kim Kardashian, Katie Holmes, sampai Lady Gaga pernah terlihat menenteng tas tersebut.

Di Indonesia pun tak sedikit yang terlihat tampil dengan tas Birkin. Dian Sastrowardoyo, Krisdayanti, Diana Pungky, Bunga Citra Lestari, Rossa, Maia, sampai Nunun Daradjatun pernah terlihat membawa tas Birkin andalan sebagai pelengkap penampilan. Harga tas Birkin bisa berkisar mulai dari $ 8 ribu hingga $ 20 ribu. Harga tas ini tergantung dari bahan yang digunakan, hiasan yang menyertai, dan eksklusifitas tas tersebut. 

Jika melihat film dokumenter “Hearts & Crafts (People That Make Hermès)”, rumah mode pujaan banyak selebritas dunia itu memang tak mau memproduksi massal barang-barangnya. Semua produknya dikerjakan dengan tangan secara khusus. Mulai dari memotong, menjahit, sampai penyelesaiannya dilakukan oleh orang yang ahli dengan sangat teliti.
Jahitan khusus yang merupakan ciri khas Hermès sejak awal menjadi salah satu faktor yang membuat tas Hermès semakin berkualitas. Satu buah tas Hermès bisa memakan waktu produksi 24-36 jam. Karena dikerjakan dengan tangan satu-persatu, maka tak ada detail tas Hermès yang bisa sangat serupa. Cacat sedikit dalam produksi maka tas tersebut akan masuk ke dalam pembuangan dan dimusnahkan. Tas yang tak sesuai standar tak boleh dijual dan harus dihancurkan demi menjaga kualitas. 

Beberapa tahun lalu, untuk memiliki sebuah tas Birkin tak semudah datang ke toko dan membayar. Seorang pembeli bisa masuk daftar tunggu sampai 6 tahun demi mendapatkan tas Birkin idaman. Namun kini Hermès tak lagi memberlakukan sistem daftar tunggu. Jika stok tersedia, pembeli bisa langsung membawa pulang tas yang diinginkannya. Demi memenuhi permintaan yang tinggi, Hermès telah merekrut seratusan pengrajin baru untuk memperkuat sekitar 2000 pekerja yang sudah ada. 

Tas Birkin menggunakan bahan utama kulit. Bermacam-macam kulit digunakan mulai dari sapi, domba, burung unta, ular, reptil dan buaya. Untuk kulit burung unta, Hermès hanya menggunakan bagian bokong yang lebih lembut daripada bagian lainnya. Untuk mempercantik penampilan, bagian gembok, kunci, dan bagian lain yang terbuat dari logam kemudian dilapisi emas atau palladium.
Tak jarang, beberapa butir berlian juga digunakan untuk menambah kesan mewah. Salah satu tas Hermès termahal berhasil terjual seharga $ 203,150 atau kurang lebih Rp 1,8 miliar dalam sebuah lelang. Tas berwarna merah yang terbuat dari kulit buaya dan dilengkapi berlian tersebut, dibeli oleh seorang kolektor tas yang enggan mengungkapkan identitasnya.

Hermes Bags

Tak hanya membuat penampilan lebih menarik, menggunakan tas bermerk sering disebut-sebut sebagai simbol status seorang selebriti atau sosialita , salah satunya Hermes

Tengok saja, mulai dari artis papan atas Indonesia, Krisdayanti dan Syahrini tak segan-segan merogoh koceknya untuk mendapatkan sebuah tas kenamaan asal Prancis tersebut.

Birkin dan Kelly adalah dua model paling populer yang dimiliki oleh merk tas kenamaan asal Perancis, Hermes. Lantas, bagaimana riwayat tas yang sering dikoleksi oleh para fashionista tersebut?

Model Birkin diambil dari nama Jane Birkin, aktris kelahiran Inggris. Ia adalah seorang ikon mode yang menginspirasikan Hermes untuk membuat model tas yang menggunakan namanya. Akhirnya pada 1984 Hermes menciptakan model Birkin.

Dua model tersebut istimewa karena latar belakang penciptaannya. Kelly populer sejak tahun 1956 ketika model tersebut digunakan oleh aktris Amerika Grace Kelly untuk menutupi kehamilannya dari kejaran para wartawan.

Secara fisik baik Kelly maupun Birkin memiliki kemiripan, namun secara detail tetaplah berbeda. Model Kelly memiliki bentuk formal dengan gembok kecil sebagai pengait yang terbuat dari metal pada bagian depan tas.

Model Birkin lebih kasual dibandingkan Kelly , sama-sama dilengkapi dengan gembok di bagian depan. Model ini memudahkan penggunanya ketika ingin memasukkan barang ke dalam tas karena terdapat bukaan pada bagian atas. Sedangkan pada model Kelly tidak terdapat bukaan atas.

Sejak terciptanya, tas Birkin menjadi tas mewah yang langka. Sebagai merek, Hermes memang selalu berusaha mempertahankan citra produknya yang eksklusif dan bergengsi.
Perusahaan yang lahir tahun 1837 itu berupaya agar produknya tidak pasaran dan hanya bisa dimiliki oleh orang tertentu. Hasilnya, tas Herms bukan hanya sekadar produk fashion tapi juga simbol status.

Untuk harga, tas Birkin bisa berkisar mulai dari US$8 ribu hingga US$20 ribu. Harga tas ini tergantung dari bahan yang digunakan, hiasan yang menyertai, dan eksklusifitas tas tersebut.

Jika melihat film dokumenterHearts & Crafts (People That Make Herms), rumah mode pujaan banyak selebritas dunia itu memang tak mau memproduksi massal barang-barangnya.

Semua produknya dikerjakan dengan tangan secara khusus. Mulai dari memotong, menjahit, sampai penyelesaiannya dilakukan oleh orang yang ahli dengan sangat teliti. Jahitan khusus yang merupakan ciri khas Herms sejak awal menjadi salah satu faktor yang membuat tas Herms semakin berkualitas.

Satu buah tas Herms bisa memakan waktu produksi 24-36 jam. Karena dikerjakan dengan tangan satu-persatu, maka tak ada detail tas Herms yang bisa sangat serupa.
Cacat sedikit dalam produksi maka tas tersebut akan masuk ke dalam pembuangan dan dimusnahkan. Tas yang tak sesuai standar tak boleh dijual dan harus dihancurkan demi menjaga kualitas.

Beberapa tahun lalu, untuk memiliki sebuah tas Birkin tak semudah datang ke toko dan membayar. Seorang pembeli bisa masuk daftar tunggu sampai enam tahun demi mendapatkan tas Birkin idaman.

Namun kini Herms tak lagi memberlakukan sistem daftar tunggu. Jika stok tersedia, pembeli bisa langsung membawa pulang tas yang diinginkannya. Demi memenuhi permintaan yang tinggi, Herms telah merekrut seratusan pengrajin baru untuk memperkuat sekitar 2.000 pekerja yang sudah ada.

Tas Birkin menggunakan bahan utama kulit. Bermacam-macam kulit digunakan mulai dari sapi, domba, burung unta, ular, reptil dan buaya. Untuk kulit burung unta, Herms hanya menggunakan bagian bokong yang lebih lembut daripada bagian lainnya.

Untuk mempercantik penampilan, bagian gembok, kunci, dan bagian lain yang terbuat dari logam kemudian dilapisi emas atau palladium. Tak jarang, beberapa butir berlian juga digunakan untuk menambah kesan mewah.

Salah satu tas Hermes termahal berhasil terjual seharga US$$203,150 atau kurang lebih Rp 1,8 miliar dalam sebuah lelang. Tas berwarna merah yang terbuat dari kulit buaya dan dilengkapi berlian tersebut, dibeli oleh seorang kolektor tas yang enggan mengungkapkan identitasnya.